Yus Derahman: Ruah Cup 2026, Ajang Menyemai Prestasi Voli Bangka Belitung
Olahraga tidak sekadar menjadi pertandingan, tetapi menjelma ruang pertemuan antara harapan rakyat, pembinaan prestasi dan kehadiran negara.
Turnamen bergengsi tingkat regional ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bangka Barat, H. Yus Derahman, disaksikan ratusan warga, atlet, dan tokoh daerah. Sebanyak 62 tim putra dan putri terbaik dari berbagai desa dan kota di Bangka Belitung turut ambil bagian, memperebutkan total hadiah Rp21 juta rupiah serta trofi tetap, menjadikan Ruah Cup sebagai salah satu agenda olahraga rakyat terbesar di awal tahun 2026.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bangka Barat menegaskan bahwa olahraga desa adalah fondasi pembangunan sumber daya manusia daerah.
“Turnamen ini bukan hanya soal menang dan kalah. Ini adalah upaya nyata membangun prestasi, karakter, dan sportifitas generasi muda Bangka Barat,” ujar Yus Derahman, di hadapan para atlet dan suporter.
Ia mengapresiasi kerja keras panitia serta menghimbau seluruh tim dan pendukung untuk menjunjung tinggi aturan, etika bertanding dan sportifitas, sebagai cerminan kedewasaan olahraga daerah.
“Saya berharap dari lapangan sederhana ini akan lahir atlet-atlet berbakat yang kelak mengharumkan nama Bangka Belitung,” tambahnya, sebelum secara resmi membuka Ruah Cup 2026.
Di balik riuh sorak penonton dan dentuman bola voli, Ruah Cup menyimpan makna yang lebih dalam. Turnamen ini menjadi cermin kegigihan masyarakat desa dalam merawat olahraga di tengah keterbatasan fasilitas dan minimnya kompetisi berjenjang.
Ketua Umum Panitia Ruah Cup Tempilang 2026, Sahanan Ali, menyebut turnamen ini sebagai hasil gotong royong kolektif warga.
“Kami berusaha menyiapkan kegiatan ini sebaik mungkin. Ini bukan sekadar pertandingan, tetapi momentum membangkitkan semangat olahraga dan kebersamaan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati Bangka Barat serta seluruh tim yang berpartisipasi.
“Kehadiran pemerintah daerah menjadi suntikan moral bagi kami. Ini bukti bahwa desa tidak berjalan sendiri,” kata Sahanan.
Ruah Cup menunjukkan peran strategis turnamen non-formal dalam mengisi celah pembinaan atlet daerah yang belum sepenuhnya terjangkau sistem kompetisi resmi. Banyak atlet desa yang selama ini hanya dikenal di lingkup lokal, justru menemukan panggung unjuk kemampuan melalui ajang seperti ini.
Pembukaan turnamen turut dihadiri unsur Forkopimcam dan aparat keamanan, di antaranya Kapolsek Tempilang Ipda M. Deni Irawan, S.H, Bhabinkamtibmas Desa Air Lintang, panitia pelaksana, tim wasit, serta perwakilan klub-klub peserta.
Pada laga pembuka Sabtu (3/1/2026), pertandingan putra menyajikan tensi tinggi dan permainan kompetitif:
BM ARJA FC menundukkan NKRT FC dengan skor telak 3–0 (25–14,
25–17, 25–23)
FMJ FC mengalahkan TSUNAMI FC dengan skor 3–1 (25–16, 25–27,
25–9, 25–14)
Kemenangan-kemenangan ini menjadi awal perjalanan panjang
menuju puncak Ruwah Cup, sekaligus memperlihatkan kualitas voli desa yang kian
matang dan terlatih.
Ruah Cup Tempilang 2026 bukan sekadar agenda olahraga tahunan. Ia adalah ruang pendidikan karakter, alat pemersatu sosial, dan simbol bahwa pembangunan prestasi tidak selalu lahir dari gedung megah, tetapi dari lapangan desa yang dirawat dengan semangat kebersamaan.
Di Tempilang, bola voli menjadi bahasa bersama menyatukan pemerintah, aparat, panitia, atlet, dan rakyat dalam satu irama yaitu sportifitas, prestasi dan kebanggaan daerah.
Dan dari tanah Air Lintang, Bangka Barat kembali menegaskan pesan penting bahwa negara hadir, rakyat bergerak, prestasi pun tumbuh. (Tim)

